Senin, 14 Januari 2013
Kisah Penebang Kayu
[ISNPIRASI]
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon.
Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.”
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon.
Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.
“Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab kan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa.
Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya,
“Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga,” kata si penebang.
“Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun," kata sang majikan.
"Maka, sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan.
Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
"Istirahat bukan berarti berhenti. Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi."
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual.
Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru.
pict:blogspot.com
Selasa, 08 Januari 2013
Pengaruh Musik pada Anak
Apa Pengaruh Musik Pada Anak??
Penelitian
membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan
IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak
kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional
dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan
nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat
kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding
dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo,
seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara
umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam
perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".
Penelitian
menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara
nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4
tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan
musik.
"Musik
sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu
beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam
suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa,
sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat
mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada
penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak.
Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih
ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala
mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan
tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang
indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak
dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan
lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti,
bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat
mempengaruhi roh.
Jika kita
menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang
membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak
digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di
dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam
disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang
seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.
Seorang ahli
biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan
makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat
yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang
menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain
diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan
berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok.
Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati,
sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan
berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk
hidup.
Alam semesta
tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin
di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah
terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Wulaningrum
Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat,
coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum
mendengarkan musik dan bernyanyi".
Langganan:
Postingan (Atom)